Logo Bloomberg Technoz

Wall Street Tersungkur usai The Fed Tahan Suku Bunga

News
19 March 2026 05:30

Suasana pasar saham AS Wall Street. (Bloomberg)
Suasana pasar saham AS Wall Street. (Bloomberg)

Annika Inampudi - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Amerika Serikat (AS) merosot pada perdagangan Rabu waktu setempat, mengakhiri reli dua hari berturut-turut. Pelemahan ini terjadi setelah Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan dan mengakui bahwa Perang Iran membayangi prospek ekonomi seiring eskalasi ketegangan di Timur Tengah.

Indeks S&P 500 anjlok 1,4%, mencatatkan performa terburuk pada hari pengumuman suku bunga sejak Desember 2024. Penurunan ini meluas dengan rasio lima saham melemah untuk setiap satu saham yang menguat, di mana seluruh 12 sektor ditutup di zona merah. Saham sektor konsumsi memimpin pelemahan, dengan raksasa Amazon.com, Inc. menjadi salah satu penekan utama setelah jatuh 2,5%. Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent melonjak hingga kisaran US$111 per barel, sementara indeks Nasdaq 100 yang sarat saham teknologi turun 1,4%.


Sesaat sebelum penutupan pasar, Qatar melaporkan "kerusakan luas" pada lokasi kilang ekspor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia. Hal ini terjadi setelah Iran mengancam akan menyerang fasilitas energi sebagai balasan atas serangan Israel ke ladang gas utama semalam.

Setelah keputusan tersebut, Gubernur The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa kenaikan harga energi akan mengerek inflasi dalam jangka pendek. Namun, ia menambahkan, "Terlalu dini untuk mengetahui cakupan dan durasi dampak potensialnya terhadap ekonomi." Powell menegaskan, untuk memulai kembali pemangkasan suku bunga, para pejabat harus melihat penurunan inflasi barang yang sebelumnya terdorong oleh kebijakan tarif.

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)