Dia tidak mengatakan apakah dia akan mendukung pemotongan suku bunga lagi pada pertemuan pembuat kebijakan berikutnya bulan depan.
Meski pembuat kebijakan hampir tidak mendapat data resmi pemerintah akibat penutupan pemerintah federal, Jefferson menyebut data yang tersedia menunjukkan gambaran ekonomi AS secara keseluruhan tidak banyak berubah dalam beberapa bulan terakhir.
"Kami masih memiliki banyak data tentang ekonomi," bebernya usai berpidato. "Kami mendapatkan informasi dari negara bagian. Kami memiliki kontak di dunia bisnis yang memberi kami informasi. Kami melakukan survei terhadap konsumen dan bisnis yang memberi kami informasi."
Meski data resmi AS merupakan "standar emas" untuk sinyal ekonomi, "ada cukup informasi di luar sana bagi kami untuk melakukan tugas kami," ujarnya.
Dalam sambutannya, Jefferson menggambarkan ekonomi sedang tumbuh dengan laju moderat dan pasar tenaga kerja secara bertahap mendingin. Ia melihat inflasi berjalan pada level serupa dengan setahun lalu, yang ia kaitkan dengan dampak tarif yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump.
Dia mengatakan ada tanda-tanda bahwa inflasi dasar mungkin terus bergerak menuju target The Fed sebesar 2%.
Saat ditanya apakah status safe haven obligasi pemerintah AS sedang diragukan, dia menyatakan keyakinan terhadap pasar "sangat beralasan" dan "pasar akan terus memainkan peran penting yang telah dilakukannya secara historis."
AI
Jefferson menghabiskan sebagian besar pidatonya untuk membahas kemunculan kecerdasan buatan (AI).
Dia mengatakan mungkin masih terlalu dini untuk mengetahui bagaimana dampak AI terhadap pasar tenaga kerja dan harga akan memengaruhi kebijakan moneter.
"Beberapa perubahan terbaru dalam pola perekrutan, pertumbuhan produktivitas, dan inflasi kemungkinan besar merupakan perubahan yang didorong oleh AI, tetapi sulit untuk mengetahui sejauh mana dampaknya," tukasnya.
(bbn)






























