"Ya, seperti yang dilihat di TKP kan [dus bergambar pistol]. TKP itu jelas itu adalah senjata mainan. Kita pastikan itu senjata mainan milik terduga pelaku," ujarnya.
Sekadar catatan, Kepolisian mengonfirmasi terduga pelaku ledakan di sekolah dan masjid SMAN 72 Kelapa Gading adalah anak laki-laki berusia 17 tahun yang juga merupakan siswa di sekolah yang berada di kompleks Kodamar TNI AL tersebut.
Saat ini, polisi tengah mendalami motif yang menjadi latar belakang atau alasan aksi yang dilakukan oleh terduga pelaku. Hal-hal yang didalami adalah apakah terduga pelaku merupakan korban perundungan di sekolah hingga terpapar konten atau paham tertentu.
Hingga saat ini, polisi baru mengidentifikasi satu terduga pelaku dalam peristiwa ledakan tersebut. Namun, polisi terus melakukan penyisiran untuk mencari kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Menurutnya, saat ini tim sedang bekerja melakukan pendalaman sebelum mengumumkan jumlah resmi terduga pelaku.
Berdasarkan foto yang beredar, seorang laki-laki muda memang nampak tengah tergeletak dengan darah yang mengalir di sebuah gang dekat SMAN 72. Dekat laki-laki tersebut tergeletak dua senjata mainan tipe revolver dan assault rifle AR-15. Sejak peristiwa, laki-laki tersebut diduga adalah terduga pelaku yang melakukan dua ledakan di Masjid SMAN 72.
Kepolisian melaporkan sejauh ini terdapat 96 korban akibat serangan ledakan di sekolah dan masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, kemarin. Dari angka tersebut, 29 orang masih dirawat di tiga rumah sakit berbeda. Perinciannya, 14 korban dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih; 14 korban di RS Yarsi; dan satu korban di RS Pertamina.
(dov)






























