Alasan BI Terbitkan BI-FRN, Perluas Dominasi Obligasi Swasta
Sultan Ibnu Affan
07 November 2025 14:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan alasan dibalik rencana penerbitan instrumen surat berharga baru bernama BI-FRN (Floating Rate Note). Penerbitan dilakukan guna memperluas aset dasar instrumen (underlying asset) operasi moneter selain SBN, yang dipastikan akan meluncur pada 17 November 2025 mendatang.
Kepala Grup Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI Fitra Jusdiman mengatakan, instrumen baru ini diharapkan dapat memperluas ragam underlying transaksi repurchasing agreement (repo) pasar obligasi korporasi (OK).
"Jadi agar adanya potensi penggunaan underlying selain SBN. Lalu, kedua, dengan BI menerima itu—untuk perbankan melakukan repo kepada kita, maka harapannya penerbitan dari instrumen selain SBN di pasar obligasi bisa lebih berkembang," ujar Fitra dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Apalagi, kata Fitra, saat ini komposisi surat utang atau obligasi di Indonesia masih sangat didominasi oleh obligasi pemerintah lewat SBN yang mengambil porsi sebesar 27,72% (US$387 miliar) dari total rasio utang dari PDB (40,19%) dibandingkan obligasi korporasi (OK) yang hanya 2,1%. (US$29 miliar).
Berdasarkan data internalnya, angka tersebut juga terbilang masih jauh lebih kecil dibandingkan negara-negara seperti Jepang yang memilik porsi OK mencapai 16,84%; Korea Selatan yang mencapai 60,70%; dan Singapura yang juga sebesar 27,06%.






























