"Belum lagi operasi, pembebasan Irian Barat dan lain-lain. Jadi ada, ada perinciannya. Nanti perinciannya kalau mau lebih panjang nanti saya berikan."
Fadli Zon juga berdalih bahwa pihak yang menilai Soeharto memenuhi syarat menjadi pahlawan bukan hanya Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, melainkan pemerintah kabupaten, kota, provinsi, hingga tim peneliti, pengkaji gelar pusat (TP2GP). Menurutnya, tim tersebut terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari sejarawan, tokoh agama, akademisi dan aktivis.
Soeharto memang kerap disorot oleh pegiat HAM, salah satunya melalui peristiwa penembakan misterius atau lebih dikenal sebagai petrus di masa pemerintahannya. Kala itu, orang yang dianggap sebagai preman dieksekusi secara misterius melalui penembakan.
Berbagai peristiwa pelanggaran HAM berat lainnya juga terjadi di bawah pemerintahan Soeharto. Pembantaian massal 1965–1966; tragedi Tanjung Priok 1984; Talangsari 1989; kekerasan di Aceh, Timor Timur, dan Papua, hingga penghilangan paksa aktivis menjelang kejatuhan Soeharto pada 1997–1998.
Negara telah mengakui peristiwa-peristiwa ini sebagai pelanggaran HAM berat, baik melalui Ketetapan MPR pada awal reformasi maupun pernyataan resmi Presiden Joko Widodo pada Januari 2023.
Fadli Zon mengatakan terdapat 49 nama yang diusulkan untuk menjadi pahlawan nasional pada 2025. Hal ini terdiri dari 40 nama calon pahlawan nasional yang dianggap telah memenuhi syarat dan sembilan nama usulan dari periode sebelumnya (carry over).
Dari total nama tersebut, Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan menyeleksi 24 nama yang bisa menjadi prioritas sebagai calon pahlawan nasional tahun ini. Namun, Politikus Partai Gerindra itu enggan mengonfirmasi apakah Presiden ke-2 Soeharto masuk ke dalam daftar prioritas.
"[Apakah Soeharto masuk daftar prioritas?] nanti kita lihatlah ya. Untuk nama-nama itu memang semuanya seperti saya bilang itu memenuhi syarat ya, termasuk nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali bahkan diusulkan ya," ujar Fadli Zon kepada awak media, Rabu (5/11/2025).
(dov/frg)




























