Logo Bloomberg Technoz

Adapun nilai ekspor udang periode Januari-September 2025 sebesar 30,9% dari total nilai ekspor perikanan Indonesia. 

Dia menjelaskan udang masih menjadi komoditas utama ekspor produk perikanan Indonesia. Kemudian diikuti Tuna–Cakalang-Tongkol (US$763,51 juta); Cumi-Sotong-Gurita (US$ 574,75 juta); Rajungan-Kepiting (US$377,65 juta), dan Rumput Laut (US$ 233,86 juta).

Permintaan tinggi 

Di sisi lain, Catur menuturkan ekspor udang dari Indonesia masih mengalami peningkatan tidak hanya dari AS. Bahkan dia menyebut kasus cemaran zat radioaktif beberapa bulan yang lalu belum berdampak signifikan. 

“Tentu perlu kita lakukan terus monitoring ketat dengan dampak ini ya,” ujarnya. 

Terkait diversifikasi pasar, kata Catur, KKP telah melakukan penjajakan bisnis atau  business matching dan kerja sama dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) ataupun dengan asosiasi perdagangan. 

“Terlihat dari data, terjadi peningkatan di pasar-pasar selain Amerika seperti di Eropa itu justru peningkatannya cukup besar sekitar 57% dan juga tentu Tiongkok itu juga cukup tinggi dan Asia sendiri juga sebesar 20%,” jelas dia.

Berdasarkan catatan KKP, nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai US$4,52 miliar atau naik 6,7% YoY. Sementara nilai impor produk perikanan Indonesia mencapai US$0,46 miliar atau naik 26,3% YoY, atau sekitar 10,3% terhadap nilai ekspor sehingga Indonesia merupakan negara net eksportir produk perikanan. 

Adapun neraca perdagangan produk perikanan mengalami surplus sebesar US$4,06 miliar atau naik 4,8% YoY. 

(ell)

No more pages