Logo Bloomberg Technoz

Kesaksian Warung Madura: Rahasia Cuan, Benarkan Dibunuh Alfamart?

Merinda Faradianti
05 November 2025 09:10

Ilustrasi warung kelontong. Warung madura. (Biro Humas Kemendag)
Ilustrasi warung kelontong. Warung madura. (Biro Humas Kemendag)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kiamat tetap buka setengah hari. Begitu semboyan warung Madura, salah satu aktor UMKM di tengah masyarakat. Belakangan ramai karena diseret Menko Cak Imin jadi korban 'pembunuhan' ritel modern: Alfamart hingga Indomaret.

Warung Madura umumnya bisa 24 jam. Dalam bisnis skala paling kecil, katanya omzet mereka bisa Rp2-5 juta per hari. Sementara bisnis lebih besar, bisa keruk keuntungan belasan juta rupiah. Benarkan Alfamart Cs membunuh UMKM?

"Besaran masing-masing warung tidak sama, tergantung lokasi. Cuma umumnya untuk kategori sedang, Rp2-5 juta per hari," kata pendiri Perhimpunan Warung Madura Indonesia (PWMI) Moh Zainal Alim kepada Bloomberg Technoz, Rabu (5/11/2025).


Katanya, meski fisiknya minimalis, barang yang disediakan terbilang komplit untuk kebutuhan sehari-hari. Tak jarang warung Madura membuka kios bahan bakar minyak (BBM) dalam bentuk pom mini. Lokasi strategis di pinggir jalan membuat warung ini menjadi tujuan pembeli saat malam hari.

"Rata-rata warung Madura, sistemnya kerja sama atau bagi hasil. Jadi jarang ada yang pakai sistem bos dan karyawan. Selain itu beda [dengan ritel modern] secara teknis yang gampang dilihat, mulai dari cara kita yang masih tradisional, sistem [buka] 24 jam, wajib ada pom mini atau bensin," tambahnya