Logo Bloomberg Technoz

Sederet Perjanjian Dagang yang Dikebut Pemerintah Usai EU-CEPA

Mis Fransiska Dewi
05 November 2025 08:40

Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Bloomberg Technoz/ Pramesti Regita Cindy)
Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Bloomberg Technoz/ Pramesti Regita Cindy)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan saat ini sejumlah perundingan perdagangan internasional tengah dikebut oleh pemerintah. Salah satunya Indonesia-Gulf Cooperation Council Free Trade Agreement (I-GCC FTA) ditargetkan selesai secara substantif akhir 2025.

GCC merupakan aliansi kerja sama ekonomi dan politik yang beranggotakan enam negara, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Qatar. 

“Seperti di GCC ya negara-negara Timur Tengah yang sulit berunding dengan Indonesia tetapi ketika UAE [United Arab Emirates] menandatangani kemudian sekarang sudah ingin mempercepat Indonesia di GCC FTA,” kata Budi dalam kegiatan CEO Insight, Selasa (4/11/2025). 


Kerja sama Indonesia dan GCC dalam skema FTA akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi Indonesia sebesar US$258,40 juta. Indonesia-GCC FTA juga akan meningkatkan ekspor Indonesia ke kawasan Teluk hingga sebesar 17,4% khususnya untuk peralatan elektronik (33,86%), kulit (29,3%), produk logam (28%), manufaktur (27,7%), dan tekstil (30,7%).

Pada periode Januari—Juni 2025, total perdagangan Indonesia-GCC tercatat sebesar US$7,9 miliar, dengan ekspor Indonesia ke GCC sebesar US$4 miliar dan impor dari GCC sebesar US$3,9 miliar.