Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham Global Melemah Dipicu Kekhawatiran Valuasi Teknologi

News
05 November 2025 08:22

Ilustrasi bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Saham global kembali melemah setelah mencatat penurunan terdalam dalam hampir sebulan, dipicu kekhawatiran investor terhadap valuasi yang dinilai terlalu tinggi.

Kontrak berjangka saham AS turun pada awal perdagangan Asia, mengindikasikan pelemahan lanjutan untuk indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 setelah keduanya terkoreksi, terutama di sektor teknologi. Sentimen pasar makin tertekan setelah saham Super Micro Computer Inc anjlok pada perdagangan larut malam, sementara proyeksi pendapatan Advanced Micro Devices Inc (AMD) gagal memenuhi ekspektasi investor. Saham Asia juga dibuka lebih rendah, dipimpin oleh bursa Korea Selatan yang anjlok lebih dari 3%.


Pasar obligasi AS (Treasury) stabil setelah sebelumnya menguat, sementara mata uang kripto sedikit menguat pada Rabu pagi setelah Bitcoin sempat turun di bawah level US$100.000. Yen Jepang, yang dikenal sebagai aset aman, juga menguat terhadap dolar untuk hari kedua berturut-turut.

Koreksi pasar global ini terjadi setelah reli panjang yang didorong oleh optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan harapan bahwa Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan terus menurunkan suku bunga. Indeks acuan saham AS telah naik hampir 40% sejak titik terendah pada April. Namun, kenaikan tersebut didominasi oleh sejumlah kecil saham, menimbulkan kekhawatiran pasar sudah “terlalu panas”. Beberapa eksekutif Wall Street menilai koreksi ini sebagai perkembangan yang sehat.