“Pasar saham sedang berada di titik yang matang untuk koreksi jangka pendek, apa pun arah pergerakannya dalam jangka menengah dan panjang,” ujar Matt Maley dari Miller Tabak.
Optimisme investor yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir telah mendorong valuasi saham ke level yang dinilai berlebihan. Banyak pelaku pasar tampak lebih sibuk mengejar peluang kenaikan dibanding memperhatikan risiko harga yang terlalu mahal.
Meski kinerja laba korporasi masih kuat, tantangan terbesar kini terletak pada valuasi.
“Yang menjadi tantangan sekarang adalah valuasi,” kata Mike Gitlin, CEO Capital Group, dalam forum keuangan yang digelar Hong Kong Monetary Authority pada Selasa (4/11).
Terkait apakah saham saat ini tergolong murah atau mahal, Gitlin menambahkan, “Sebagian besar orang akan mengatakan kita berada di antara ‘wajar’ dan ‘mahal’, tapi saya rasa tidak banyak yang akan mengatakan pasar saat ini antara ‘murah’ dan ‘wajar’.”
Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,2% dan Nasdaq 100 0,4% setelah Wall Street memperingatkan potensi koreksi pasar. Indeks MSCI All Country World mencatat penurunan terburuk sejak 10 Oktober.
Sementara itu, dolar Australia melonjak ke level tertinggi dalam 12 tahun terhadap dolar Selandia Baru setelah tingkat pengangguran di Selandia Baru meningkat.
“Kekhawatiran atas valuasi yang terlalu tinggi bukanlah hal baru, mengingat kondisi pasar saat ini dan fakta bahwa rekor harga saham telah menjadi hal biasa,” tulis analis Ian Lyngen, Vail Hartman, dan Delaney Choi dari BMO Capital Markets.
Mereka menilai aset berisiko mungkin akan mendapat manfaat dari fase konsolidasi setelah reli besar-besaran dalam beberapa bulan terakhir.
Pergerakan utama di pasar:
Saham:
- S&P 500 futures turun 0,3% pada pukul 9:07 pagi waktu Tokyo
- Hang Seng futures relatif stabil
- Indeks Topix Jepang turun 0,8%
- S&P/ASX 200 Australia turun 0,3%
- Euro Stoxx 50 futures turun 0,3%
Mata uang:
- Indeks Dolar Bloomberg relatif stabil
- Euro stagnan di US$1,1482
- Yen Jepang stabil di 153,73 per dolar
- Yuan offshore stabil di 7,1358 per dolar
- Dolar Australia turun 0,1% menjadi US$0,6482
Kripto:
- Bitcoin naik 0,9% ke US$101.211,82
- Ether naik 1,9% ke US$3.274,45
Obligasi:
- Imbal hasil Treasury AS 10 tahun stabil di 4,08%
- Imbal hasil obligasi Jepang 10 tahun naik dua basis poin ke 1,675%
- Imbal hasil obligasi Australia 10 tahun turun dua basis poin ke 4,33%
Komoditas:
- Minyak WTI turun 0,4% ke US$60,32 per barel
- Emas naik 0,2% ke US$3.938,74 per ons
Berita ini dibuat dengan bantuan Bloomberg Automation.
(bbn)



























