Bagi negara-negara yang telah menegosiasikan penurunan tarif dalam perjanjian dagang dengan Trump, "Anda harus menghormati kesepakatan Anda," imbuh Bessent. "Mereka yang mendapat kesepakatan yang baik harus tetap mematuhinya."
Trump sendiri menyampaikan dia tidak akan menghadiri sidang besok. Kepada Fox News Channel, Bessent mengatakan dia yang akan hadir untuk "menekankan bahwa ini merupakan keadaan darurat ekonomi."
Trump menjadi presiden pertama AS yang menggunakan IEEPA—yang sering digunakan untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap musuh—untuk memberlakukan tarif global. UU ini memberi wewenang luas kepada presiden untuk mengatur berbagai transaksi ekonomi saat keadaan darurat nasional diumumkan.
Namun, IEEPA tidak menyebutkan secara eksplisit kewenangan untuk menetapkan tarif. Pemerintah berargumen ketentuan untuk "mengatur impor" mencakup kewenangan tersebut.
Dalam kasus ini, Trump menganggap defisit perdagangan AS sebesar US$1,2 triliun pada 2024 sebagai keadaan darurat nasional—padahal AS sudah mengalami defisit dagang setiap tahun sejak 1975—juga menyebut overdosis obat penghilang rasa sakit fentanil sering disalahgunakan.
"Jika kita tidak memasang tarif, kita tidak memiliki keamanan nasional, dan seluruh dunia akan menertawakan kita karena mereka telah memungut tarif pada kita selama bertahun-tahun dan memanfaatkan kita," tegas Trump kepada wartawan di Air Force One pada Minggu.
"Kita telah menjadi sasaran penyalahgunaan oleh banyak negara lain, termasuk China—selama bertahun-tahun, sekarang tidak lagi. Tarif memberi kita keamanan nasional yang luar biasa," imbuh Trump, menegaskan kembali pembenarannya untuk menerapkan bea masuk tersebut.
(ros)



























