Berdasarkan kebijakan baru, perusahaan yang memproduksi apa yang disebut emas non-investasi, seperti untuk perhiasan atau aplikasi industri seperti elektronik, hanya dapat mengimbangi 6% PPN, turun dari 13% sebelumnya. Kebijakan ini akan membuat harga emas di tingkat konsumen bisa naik.
“Perubahan di sisi pajak ini berpotensi membuat industri menaikkan harga untuk merespons peningkatan biaya,” sebut riset Citigroup Inc, seperti dikutip dari Bloomberg News.
“Kebijakan baru di China akan menciptakan komplikasi dalam pola harga emas. Ada kemungkinan harga emas akan sulit berada di atas US$ 4.000/troy ons,” kata Nour Al Ali, Macro Markets & Squawk Strategist Bloomberg.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Selasa (4/11/2025)? Benarkah bisa turun tiga hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 50.
Skor 50 jadi ambang batas suatu aset sedang berada di zona bullish. Namun RSI emas menunjukkan sepertinya lebih cenderung netral.
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 12. Sudah di bawah 20 yang berarti tergolong jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, ada harapan harga emas bisa naik. Target resisten terdekat ada di US$ 3.999/troy ons. Jika tertembus, maka harga emas bisa merangsek ke level US$ 4.004-4.089/troy ons.
Akan tetapi, harga emas berisiko menguji support US$ 3.971/troy ons andai hari ini turun lagi. Penembusan di titik ini bisa saja menyeret harga emas ke rentang US$ 3.946-3.895/troy ons.
(aji)


























