Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

IHSG Melesat 1,16% Saat Neraca Dagang RI Surplus US$4,34 Miliar

Muhammad Julian Fadli
03 November 2025 13:18

Suasana lantai perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)
Suasana lantai perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi I di zona hijau dengan penguatan 1,16% di posisi 8.258 pada Senin (3/11/2025) didorong sentimen neraca perdagangan Indonesia pada September 2025 yang berhasil surplus mencapai US$4,34 miliar. Catatan ini jadi surplus selama 65 bulan berturut–turut.

Indeks LQ45 juga menguat, dengan terapresiasi 1,21% ke level 841,577. Sementara Kurs rupiah melemah 0,18% ke level Rp16.661/US$ pada pukul 12:40 WIB.

Penutupan IHSG Sesi I pada Senin 3 November 2025 (Bloomberg)

Berdasarkan Bursa Efek Indonesia (BEI), data perdagangan saham menunjukkan total transaksi hari ini mencapai Rp9,12 triliun, dari sejumlah 13,85 miliar saham yang ditransaksikan sepanjang hari. Dengan frekuensi yang terjadi sebanyak 1,27 juta kali diperjualbelikan.


Sepanjang pagi hingga siang IHSG terus melaju di zona hijau dengan rentang perdagangan terjadi pada level 8.201 sampai dengan tertingginya 8.272. Tercatat ada penguatan 315 saham, dan sebanyak 246 saham terjadi pelemahan. Sisanya 235 saham stagnan.

Saham–saham konsumen non primer, saham transportasi, dan saham infrastruktur menjadi pendorong penguatan IHSG dengan melesat mencapai 2,08%, 1,95% dan 1,82%.