Dolar AS memang sedang dalam tren menanjak. Akhir pekan lalu, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat 0,28% ke 99,804 yang merupakan rekor tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Sepanjang pekan lalu, Dollar Index naik 1,01%. Sepanjang Oktober, indeks ini terangkat 1,71%.
Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS mendongkrak nilai tukar mata uang Negeri Paman Sam. Akhir pekan lalu, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di kisaran 4,09%, tertinggi sejak 9 Oktober atau lebih dari tiga minggu terakhir.
Pasar gamang merespons arah kebijakan moneter bank sentral Federal Reserve. Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell menegaskan bahwa penurunan suku bunga acuan pada Desember bukanlah sesuatu yang sudah pasti.
Saat yield obligasi pemerintah AS naik, maka berinvestasi di aset berbasis dolar AS menjadi lebih menguntungkan. Ini membuat dolar AS menikmati arus masuk sehingga nilai tukarnya menguat.
(aji)































