Melihat kondisi tersebut, PHE OSES, yang memiliki wilayah operasi di sekitar perairan wilayah tersebut, berinisiatif membantu masyarakat menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata berupa gerobak pengangkut sampah yang fungsional dan mudah digunakan.
Gerobak-gerobak tersebut berukuran tinggi 100 sentimeter dan lebar 80 sentimeter, menyesuaikan kondisi jalan desa yang sempit. Desainnya memungkinkan warga dengan mudah mendorongnya melintasi gang-gang kecil. Selain untuk mengangkut sampah, gerobak ini juga dapat difungsikan untuk membawa material untuk kerja bakti, memperkuat semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pulau.
Menurut Indra Darmawan, Head of Comrel & CID PHE OSES, program ini bukan sekadar penyediaan sarana kebersihan. “Kami memahami bahwa menjaga kebersihan di pulau kecil seperti Pulo Panjang membutuhkan semangat gotong royong dan sarana yang memadai. Program ini diharapkan menjadi pemicu agar masyarakat semakin aktif mengelola sampah dan menjaga lingkungannya,” jelas Indra.
PHE OSES secara konsisten mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam setiap program pengembangan masyarakat, termasuk di bidang pengelolaan lingkungan di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Kini, gerobak lingkungan menjadi simbol perubahan di Desa Pulo Panjang. Selain memperlancar pengangkutan sampah, inisiatif ini menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Dengan dukungan masyarakat, PHE OSES berharap Pulo Panjang dapat menjadi contoh desa pesisir yang bersih, sehat, dan sadar lingkungan.
“Kalau pulau bersih, kami juga sehat,” imbuh Ratu sambil tersenyum menatap warga yang tengah mendorong gerobak barunya di tepi pantai. “Gerobak ini mungkin kecil, tapi maknanya besar bagi kami.”
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang berperan sebagai Subholding Upstream di lingkungan Pertamina. Peran Subholding Upstream yang dijalankan oleh PHE adalah sebagai pengelola lapangan hulu minyak dan gas bumi yang dioperasikan Pertamina baik di dalam maupun luar negeri.
Regional Jawa diberikan kewenangan oleh PHE untuk mengoordinasikan lapangan hulu minyak dan gas bumi di wilayah Jawa bagian barat yang meliputi PHE ONWJ, PHE OSES, Pertamina EP wilayah Jawa Barat dan Pertamina East Natuna. Area kerja Regional Jawa mencakup Provinsi DKI Jakarta, Banten, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat.
Regional Jawa terus berupaya meningkatkan angka produksi minyak dan gas bumi yang telah ditetapkan dalam rencana kerja, dengan senantiasa menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di setiap lini. Regional Jawa memegang teguh komitmen untuk menjaga prospek bisnis yang berkelanjutan dengan memprioritaskan keseimbangan dan kelestarian lingkungan serta berkontribusi dalam terwujudnya kemandirian masyarakat.
(tim)





























