Sebaliknya, ekspor minyak sawit olahan naik 1,56% menjadi 2,34 juta ton dari 2,3 juta ton, dan ekspor olahan minyak inti sawit melonjak 21,34% menjadi 199 ribu ton dari 164 ribu ton.
Dari sisi negara tujuan, penurunan ekspor terjadi ke India, Bangladesh, dan Pakistan. Sebaliknya, ekspor meningkat ke Malaysia, China, Afrika, Uni Eropa-27, Rusia, dan Amerika Serikat.
Nilai ekspor produk sawit Agustus naik 3,50% menjadi US$ 3,819 miliar dari US$ 3,690 miliar pada Juli. Secara tahunan, nilai ekspor hingga Agustus 2025 mencapai US$ 24,785 miliar, lebih tinggi 42,88% dibanding periode sama tahun 2024 senilai US$ 17,347 miliar.
Kenaikan nilai ekspor dipengaruhi harga rata-rata Januari–Agustus 2025 sebesar US$ 1.204 per ton CIF Rotterdam, lebih tinggi dari rata-rata US$ 1.009 per ton pada periode sama tahun 2024.
Sementara itu, Produksi CPO pada Agustus 2025 tercatat 5,06 juta ton, lebih rendah 1% dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 5,11 juta ton. Produksi PKO juga turun dari 493 ribu ton menjadi 481 ribu ton. Secara tahunan (YoY), total produksi CPO dan PKO hingga Agustus 2025 mencapai 39,037 ribu ton, meningkat sekitar 13,08% dibanding periode sama tahun 2024 sebesar 34,522 ribu ton.
Dengan stok awal Agustus sebesar 2,56 juta ton, produksi CPO dan PKO sebesar 5,54 juta ton, konsumsi domestik 2,1 juta ton, dan ekspor 3,47 juta ton, stok akhir Agustus menurun menjadi 2,543 ribu ton.
(ell)
































