Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, pemaparan dari Wida Arioka dari SAFEnet menyoroti maraknya iklan terselubung produk tembakau di internet, yang kerap menampilkan merokok sebagai gaya hidup tanpa informasi tentang sifat adiktif nikotin dan konsekuensi kesehatan.

Dalam pemantauan di YouTube yang berlangsung dari Agustus hingga Desember 2023 dan Maret hingga Agustus 2024, SAFEnet berhasil mengidentifikasi adanya 2.328 iklan produk tembakau. Metodologi pemantauan melibatkan penggunaan kata kunci terkait produk tembakau dan rokok elektrik, termasuk bahasa daerah, dan didukung oleh database Canary.

Mayoritas iklan tersebut berbentuk:

• Ulasan produk: 1.900 video
• Video yang memperlihatkan aktivitas rokok: 209 video
• Podcast tentang produk rokok: 76 video

Produk yang paling banyak ditampilkan di konten YouTube adalah rokok elektrik (589), diikuti oleh rokok konvensional (146), daun tembakau kering (219), dan cerutu (27).

Hasil survei Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN) juga menunjukkan remaja paling banyak terpapar iklan rokok melalui YouTube (61%).

Setelah ribuan video di YouTube tersebut dilaporkan, platform mengambil beberapa tindakan:

• 1.622 video (70%) dibatasi aksesnya berdasarkan usia.
• 249 video (11%) dihapus oleh YouTube.
• 102 video (4%) dihapus oleh pengunggahnya sendiri.
• Namun, sebanyak 355 video (15%) tidak mendapatkan tindakan apa pun dari pihak YouTube.

(fik/spt)

No more pages