Berdasarkan dokumen yang diterima Bloomberg Technoz, terdapat tiga kategori dalam pengusulan calon pahlawan nasional 2025, yakni usulan baru 2025; usulan tunda 2024; dan usulan memenuhi syarat diajukan kembali (2011-2023). Namun, hingga berita ditulis belum ada konfirmasi dari Dewan Gelar tentang daftar dan jumlah nama calon yang lolos dan akan menerima gelar pahlawan nasional tahun ini.
Usulan Baru 2025:
1. KH Muhammad Yusuf Hasyim: tokoh NU, pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng
2. Demmatande: memimpin perlawanan untuk mengusir penjajah hingga membangun Benteng Salu Banga di Paladan pada 1912, sebelum perang sengit melawan Belanda pecah.
3. KH Abbas Abdul Jamil: salah satu ulama pendiri perguruan NU, pejuang kemerdekaan khususnya pada 10 November 1945
4. Marsinah: aktivis dan buruh pabrik
Usulan Tunda 2024:
1. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah: penggagas lahirnya madrasah Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang pada 1 November 1923
2. Abdoel Moethalib Sangadji: salah satu pendiri organisasi Sarekat Islam dan salah satu orang yang menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia
3. Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin: Gubernur DKI Jakarta ke-7 (1966–1977); Menteri Koordinator Kompartimen Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora dan Kabinet Dwikora Yang Disempurnakan (1964–1966); dan Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja IV (1963–1964)
4. Letnan Kolonel (Anumerta) Charles Choesj Taulu: tokoh peristiwa heroik Merah Putih di Manado pada 14 Februari 1946.
5. Gele Harun: Kepala Pemerintah Darurat atau Pejabat Pelaksana Tugas Residen Lampung pada 5 Januari 1949 saat Belanda menduduki Tanjungkarang, ibukota Karesidenan Lampung.
6. Letnan Kolonel Moch Sroedji: tokoh yang gugur dalam perang melawan Belanda di Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, Jember pada 8 Februari 1949.
7. Profesor Dr. Aloei Saboe: dokter yang banyak berkontribusi pemberantasan penyakit menular, terutama kusta.
8. Letnan Jenderal TNI (Purn) Bambang Sugeng: Wakil Panglima Besar Jenderal Sudirman, atau Wakil I Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP), dari 21 September hingga 27 Desember 1949; Duta Besar Republik Indonesia untuk Vatikan (1956–1960), untuk Jepang (1960–1964), dan untuk Brasil (1964–1966).
9. Mahmud Marzuki: tokoh yang mengabarkan kemerdekaan ketika berkhotbah selepas shalat Ied pada 6 September 1945 dan pengibar Bendera Merah Putih pertama kali di Provinsi Riau.
10. Letnan Kolonel TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar: tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia di Aceh
11. Drs. Franciscus Xaverius Seda: Menteri Keuangan pada Kabinet Ampera I dan II, yakni pada 1966 hingga 1968 atau pada kepemimpinan Presiden ke-2 Soeharto.
12. Andi Makkasau Parenrengi Lawawo: Datu' Suppa ke-24. Namun dilengserkan karena menentang kolonialisme
13. Tuan Rondahaim Saragih: salah satu tokoh pejuang melawan Belanda. Dia dijuluki Pemerintah Kolonial Belanda sebagai Napoleon der Bataks atau Napoleon-nya orang-orang Batak.
14. Marsekal TNI (Purn) R Suryadi Suryadarma: Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dari 1959 hingga 1962 dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara pertama dari 1946 hingga 1962.
15. K.H. Wasyid: ulama dan pejuang yang memimpin Pemberontakan Geger Cilegon pada 1888 melawan penjajahan Belanda.
16. Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati: Kepala Lembaga Sandi Negara pertama yang menjabat hampir 38 tahun, sejak bernama Dinas Code (1946), Djawatan Sandi (1949), Lembaga Sandi Negara (1972) hingga kematiannya pada 1984
Usulan Memenuhi Syarat Diajukan Kembali (2011-2023):
1. Syaikhona Muhammad Kholil: ulama dan salah satu sosok berpengaruh dibalik berdirinya Nahdlatul Ulama
2. K.H. Abdurrahman Wahid: Presiden ke-4 Indonesia
3. H.M Soeharto: Presiden ke-2 Indonesia
4. K.H. Bisri Syansuri: tokoh ulama dari Nahdlatul Ulama dan pendiri Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang
5. Sultan Muhammad Salahuddin: tokoh pengusir Belanda dan Jepang di Bima, Nusa Tenggara Barat
6. Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf: Panglima ABRI hingga Menteri Pertahanan Keamanan ke-15 pada 1978-1983 atau era Presiden ke-2 Soeharto
7. H.B. Jassin: sastrawan dan cendekiawan Islam asal Gorontalo dan dijuluki sebagai Paus Sastra Indonesia.
8. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja: Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan III atau era Presiden ke-2 Soeharto. Dia merupakan wakil Indonesia dalam perundingan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982
9. Mr. Ali Sastroamidjojo: Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pertama
10. dr. Kariadi: dokter yang gugur dalam Pertempuran Lima Hari, Semarang.
11. R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo: tokoh yang berperan dalam Pertempuran Lima Hari melawan Jepang di Semarang, Agresi Militer Belanda I dan II serta menghadapi pemberontakan DI/TII pada 1949
12. Basoeki Probowinoto: seorang Pendeta Gereja Kristen Jawa (GKJ) dan salah satu pendiri Partai Kristen Indonesia
13. Raden Soeprapto: salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965
14. Mochamad Moeffreni Moe’min: Komandan Badan Keamanan Rakyat Jakarta Raya era Presiden ke-2 Soeharto
15. K.H. Sholeh Iskandar: ulama yang hidup dalam tiga zaman, yaitu zaman penjajahan Belanda, Jepang dan kemerdekaan Indonesia
16. Syekh Sulaiman Ar-Rasuli: ulama
17. Zainal Abidin Syah: Gubernur Irian Barat pertama
18. Profesor Dr. Gerrit Agustinus Siwabessy: ahli atom Indonesia
19. Chatib Sulaiman: salah satu tokoh perjuangan di Agresi Militer Belanda II pada 1948 dan mempertahankan keberadaan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Bukittinggi
20. Sayyid Idrus Bin Salim Al-Jufri: ulama
(dov/frg)





























