"Jadi SRBI sebagai instrumen moneter akan tetap ada. Ke depan, instrumen ini akan ditambah dengan BI-FRN untuk memperkaya instrumen sekaligus memperdalam pasar keuangan," tutur dia.
Rencana ini sebelumnya juga terungkap dalam hasil rapat dewan Gubernur BI pada 21-22 Oktober kemarin, yang tercantum menjadi salah satu arah bauran kebijakan moneter poin pertama.
Poin itu mengatakan jika BI akan melakukan penguatan strategi operasi moneter pro-market guna makin memperkuat efektivitas transmisi penurunan suku bunga hingga mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas.
"Menerbitkan BI-FRN (Floating Rate Note) dan pengembangan Overnight Index Swap (OIS) untuk tenor di atas overnight untuk membentuk struktur suku bunga yang berdasarkan transaksi di pasar uang," ujar Gubernur Perry Warjiyo.
(lav)


























