Logo Bloomberg Technoz

BI: Insentif KLM & Likuiditas Bank Jadi Katalis Uang Beredar

Sultan Ibnu Affan
24 October 2025 13:30

Bank Indonesia Sebut Utang RI Periode April Naik Jadi Rp7 Triliun (Dok. Diolah Berbagai Sumber)
Bank Indonesia Sebut Utang RI Periode April Naik Jadi Rp7 Triliun (Dok. Diolah Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) oleh bank sentral dan kebijakan penempatan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) untuk likuiditas perbankan oleh Kementerian Keuangan menjadi katalis utama kenaikan jumlah uang beredar.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter ⁠Juli Budi Winantyo mengatakan, dua kebijakan tersebut juga turut menjadi faktor utama gencarnya penurunan suku bunga acuan atau BI Rate sepanjang tahun yang mencapai 5 kali hingga 125 basispoin (bps).

"Tentunya ini berdampak pada uang beredar. Derajatnya berbeda-beda sesuai definisi," ujar Juli lewat video daring dalam diskusi dengan wartawan di Bukit Tinggi, Jumat (24/10/2025).


Secara terperinci, Juli mengatakan, dampak injeksi likuiditas dan insentif KLM utamanya terlihat dari pertumbuhan uang primer atau M0 adjusted, yang saat ini mengalami kenaikan 18,58% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2025.

M0 adjusted merupakan uang primer yang telah memperhitungkan dampak penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) bank di BI karena pemberian kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM).