Logo Bloomberg Technoz

Ketegangan AS-China Mulai Mereda, Bursa Asia Diprediksi Menguat

News
21 October 2025 06:30

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Richard Henderson - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan akan menguat pada Selasa (21/10) setelah bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup naik berkat laporan laba perusahaan yang solid serta tanda-tanda meredanya ketegangan antara Washington dan Beijing.

Kontrak berjangka saham untuk Jepang, Hong Kong, dan Australia semuanya mengindikasikan kenaikan, menyusul penguatan indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 yang masing-masing naik lebih dari 1% pada Senin. Indeks perusahaan China yang terdaftar di AS juga naik 2,4% — kinerja terbaik dalam sepekan — setelah data menunjukkan ekonomi China tumbuh di atas ekspektasi pada kuartal ketiga.


Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa optimisme hati-hati mulai kembali ke pasar saham AS, seiring dengan laporan keuangan kuartal ketiga yang positif. Kenaikan pada Senin menandai reli dua hari terbaik bagi S&P 500 sejak Juni, dengan sekitar 85% perusahaan dalam indeks tersebut melaporkan laba di atas perkiraan analis.

“Puji Tuhan, musim laporan laba datang juga,” ujar Callie Cox dari Ritholtz Wealth Management. Menurutnya, akibat penutupan sementara pemerintahan AS, para analis “kekurangan data selama berminggu-minggu,” yang akhirnya “memicu kepanikan akibat pemberitaan,” tambahnya.

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)