Logo Bloomberg Technoz

Sentimen eksternal kebetulan memang mendukung lonjakan IHSG. Bloomberg News mengabarkan, aset-aset di negara berkembang kini menjadi sasaran investor global. 

Survei HSBC Holdings Plc mengungkapkan, para fund managers di negara-negara berkembang kini memasang posisi bullish. Bahkan menjadi yang tetinggi sejak 2021.

Sementara para strategist di Goldman Sachs Group Inc menyebut pasar negara berkembang “merekah, bukan cuma bertahan hidup”.

“Perkiraan untuk sepanjang tahun ini positif terhadap pasar saham karena perbaikan pertumbuhan ekonomi. Akan ada arus modal masuk (capital inflow) yang solid ke aset-aset di negara berkembang untuk mendukung nilai tukar mata uang mereka,” kata Jon Harrison, Direktur Pelaksana di GlobalData TS Lombard.

Tren pelonggaran kebijakan moneter global, ditambah dengan pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat (AS), menjadi pengungkit bagi aset-aset di negara berkembang. 

(red)

No more pages