Logo Bloomberg Technoz

Kato menolak berkomentar mengenai langkah balasan spesifik yang mungkin dibahas antarnegara G-7.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif tinggi terhadap barang-barang asal China sebagai respons. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut bahwa gencatan tarif dapat diperpanjang jika China menunda penerapan pembatasan ekspor tersebut. Sejak awal tahun, AS dan China telah menyepakati beberapa kali gencatan selama 90 hari terhadap bea impor, dengan tenggat waktu berikutnya jatuh pada November mendatang.

“Jika langkah kami justru memicu siklus aksi balasan, hal itu bisa berdampak buruk terhadap ekonomi dan pasar global,” kata Kato, dengan nada hati-hati sambil tetap mengkritik kebijakan terbaru China.

Menteri Keuangan Jepang itu juga menekankan perlunya pemantauan ketat terhadap risiko di pasar keuangan, dan memastikan otoritas tetap waspada terhadap fluktuasi berlebihan atau pergerakan nilai tukar yang tidak stabil.

“Kami sangat khawatir bahwa langkah pembatasan ekspor China akan berdampak lebih luas terhadap rantai pasok global, termasuk bagi Jepang,” ujar Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi di Tokyo, Kamis. “Kami akan menelaah secara saksama detail dan dampak kebijakan tersebut, serta meresponsnya dengan berkoordinasi bersama negara lain.”

Secara terpisah, Kato mengatakan telah mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, di mana keduanya menegaskan kembali pentingnya kerja sama perdagangan dan pemahaman bersama soal kebijakan nilai tukar.

Bulan lalu, kedua pejabat tersebut mengeluarkan pernyataan bersama tentang kebijakan valuta asing, menegaskan komitmen untuk tidak melakukan manipulasi mata uang demi keuntungan kompetitif, sembari tetap membuka ruang bagi intervensi jika terjadi volatilitas atau gejolak pasar yang berlebihan.

Sebelumnya pada Rabu, Bessent mengatakan bahwa nilai tukar yen akan mencapai level yang wajar apabila Bank of Japan (BOJ) terus menjalankan kebijakan moneter yang tepat, menurut laporan media Jepang. Bessent sebelumnya sempat mengkritik BOJ karena dianggap terlambat merespons tekanan inflasi. Ia menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai nilai tukar pada kesempatan tersebut.

Saat ini, yen diperdagangkan di kisaran 150,70 per dolar AS, setelah sempat menyentuh level terendah delapan bulan di 153,27 pada awal pekan ini.

(bbn)

No more pages