Logo Bloomberg Technoz

Polisi Masih Periksa 12 Antemortem Korban Musala Roboh

Redaksi
12 October 2025 08:30

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari meninjau lokasi reruntuhan bangunan Musala Ponpes) Al Khoziny (Dok. BNPB)
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari meninjau lokasi reruntuhan bangunan Musala Ponpes) Al Khoziny (Dok. BNPB)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tim Gabungan Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur masih berupaya mengidentifikasi sejumlah jenazah korban robohnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga saat ini, polisi masih mencocokan 12 data antemortem yang diterima dengan sejumlah jenazah yang belum teridentifikasi.

Antermotem adalah data atau catatan fisik korban yang dimiliki pada saat masih hidup. Data tersebut seperti tinggi badan, ciri-ciri fisik khusus, sidik jari, catatan gigi, rekam medis, hingga sampel DNA pembanding.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Kusnan Marzuki mengatakan, tim TVI menerima 63 antemortem yang diduga menjadi korban dari tragedi tersebut. Hingga saat ini, tim gabungan tersebut baru mencocokan atau mengidentifikasi 51 jenazah di antaranya.


"Kami coba identifikasi betul-betul hingga tak terbantahkan atau 99,99%. Kami lakukan tes DNA dan pencocokan data antemortem dan postmortem," kata dia dikutip, Ahad (12/10/2025). "Kami ingin keluarga korban benar-benar yakin."

Postmortem sendiri adalah data yang diambil dari pemeriksaan terhadap jenazah yang ditemukan. Biasanya, tim DVI akan melihat ciri-ciri fisik khusus yang masih terlihat, sidik jari, data gigi, hingga sampel DNA.