Pasalnya, PT SMART Tbk menawarkan kerja sama kepada Perum BULOG guna memfokuskan distribusi minyak goreng ke wilayah timur, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, tawaran tersebut belum mendapatkan atensi atau tindak lanjutnya.
"Kenapa tidak dipercepat saja kerja sama nya? Makin cepat kerja sama nya, makin cepat itu terealisasi di daerah-daerah yang memang tidak terjangkau oleh distributor," tegasnya.
Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, terdapat lima wilayah dengan harga Minyakita tertinggi. Yakni, Papua Tengah dengan harga Rp20.500 per liter atau 30,57% lebih tinggi dari HET.
Kemudian, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rp18.500 per liter atau 18,34% lebih tinggi dari HET, Kalimantan Timur Rp17.613 per liter atau 13,46% lebih tinggi dari HET, Maluku Rp17.811 per liter atau 13,45% lebih tinggi dari HET dan Papua Barat Daya Rp17.667 per liter atau 12,53% lebih tinggi dari HET.
Sementara itu, terdapat lima wilayah dengan dengan harga Minyakita terendah. Yakni, Sulawesi Barat Rp15.500 per liter atau -0,27% lebih rendah dari HET. Lalu, Selawesi Selatan Rp15.655 per liter atau -2,9% lebih rendah dari HET. Provinsi Papua Selatan Rp15.700 per liter atau setara HET, Sulawesi Tengah Rp15.700 per liter atau setara HET, dan Bengkulu Rp15.850 per liter atau 0,96% lebih rendah dari HET.
(ell)
































