Logo Bloomberg Technoz

Menkeu Purbaya Pastikan Jaga Rasio Defisit APBN Tak Lebih 3% PDB

Redaksi
01 October 2025 05:05

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat wawancara di Kantor Bloomberg Technoz, Jakarta, Selasa (30/9/2025). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat wawancara di Kantor Bloomberg Technoz, Jakarta, Selasa (30/9/2025). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan tetap menjaga rasio defisit anggaran negara berada di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai ketentuan Undang-undang Keuangan Negara.

Hal ini disampaikan menanggapi sorotan pelaku ekonomi terkait keputusan pemerintah yang melebarkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menjadi 2,68% terhadap PDB, dari semula 2,48% terhadap PDB. Salah satunya akibat kenaikan anggaran transfer ke daerah.

"Saya belum mengubah apa-apa, kondisi defisit (APBN) segala macam sama dengan rezim yang sebelumnya. Cuma pengelolaan uangnya saya perbaiki, sehingga tidak mengganggu perekonomian dan bisa memberi dorongan tambahan dari sisi sektor swasta. Jadi saya belum melakukan ekspansi," tegas Purbaya dalam Special Interview Bloomberg Technoz, Selasa (30/9/2025).


Dia juga menjelaskan penyebab utama pelebaran defisit anggaran pemerintah pada tahun depan ialah kenaikan belanja, terutama karena pemerintah pusat menambah transfer ke daerah. Hal ini dilakukan guna mengurangi keresahan masyarakat yang tertekan akibat kenaikan pajak daerah.

"Defisit (melebar) juga karena ketidakpuasan daerah pemicunya. Anggaran dipotong sehingga daerah terpaksa pajak naik gila-gilaan. Lebih baik saya keluarkan uang sedikit dibanding saya hemat terus jadinya begitu. Inipun (defisit) masih terkendali di bawah 3%," papar dia.