Pandangan Pakar Atas Wacana Verifikasi Biometrik Medsos Komdigi
Farid Nurhakim
25 September 2025 14:48

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pakar keamanan siber sekaligus ahli digital forensik dari PT Digital Forensic Indonesia (DFI), Ruby Zukri Alamsyah menilai data masyarakat bisa bocor apabila disalahgunakan.
Hal ini merespons ihwal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang tengah mengkaji rencana penerapan verifikasi biometrik seperti pemindai (scan) wajah dan sidik jari untuk mengakses media sosial (medsos).
“Bisa juga [bocor], bisa kalau disalahgunakan. Nah tinggal, masalahnya kan sidik jari gampang, bisa di-copy (diduplikasi), dipindahin,” ungkap Ruby ketika ditemui di Mangkuluhur Artotel Suites, Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Sementara untuk scan wajah, dia memandang hal tersebut lebih sulit dimanipulasi atau disalahgunakan. Namun tergantung pengaplikasianyaa karena sekarang terdapat sejumlah software untuk mengelabui pemindai wajah.
Ruby mengusulkan rencana penerapan verifikasi biometrik ini perlu dicocokkan dari data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal ini dikarenakan mereka telah mengantongi sidik jari (fingerprint) hingga pengenalan wajah masyarakat Indonesia.































