Minyak Kembali di Atas US$100, Bahlil Kaji Dampak ke Subsidi BBM
Azura Yumna Ramadani Purnama
13 March 2026 09:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku terus mengkaji dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM), terlebih harga minyak mentah kembali melonjak di atas US$100 per barel usai sempat melandai ke sekitar US$90 per barel.
Bahlil menyatakan asumsi harga minyak Indonesia (ICP) dipatok dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel, sedangkan rata-rata harga minyak dunia per awal pekan ini diklaim masih berada di bawah US$70 per barel.
"Sampai dengan sekarang, kita belum menghitung secara pasti tentang anggaran subsidi, kenaikan subsidi. Sebab, sampai dengan kemarin saya hitung, angka rata-rata dari Januari sampai dengan sekarang, itu belum melampaui US$70 per barel," kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip Jumat (13/3/2026).
"Karena kemarin kan di bawah US$70. Nah, kemudian naik beberapa hari ini menjadi US$80-90, ada yang US$112 per barel," ungkap dia.
Harga minyak mentah Brent melonjak kembali di atas US$100/barel setelah perang Iran memicu gangguan lebih lanjut dalam perdagangan minyak di Timur Tengah, dan China memperketat pembatasan ekspor bahan bakar untuk mengatasi dampak konflik tersebut.




























