Logo Bloomberg Technoz

Pada saham–saham unggulan LQ45 juga tercatat dalam tren negatif. Adapun saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ambles mencapai 5,04%, disusul oleh saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ambles 3,94%, dan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) drop 2,92%.

Rupiah Makin Lemah

Rupiah pada perdagangan siang hari ini melanjutkan trennya di zona pelemahan, hingga menyeret IHSG ke zona merah. Sentimen pasar global yang berbalik kurang menguntungkan pasar negara berkembang, jadi sebab.

Mengacu data Bloomberg, rupiah melemah 0,42% di pasar spot menyentuh Rp16.746/US$. Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, rupiah amat melemah mencapai Rp16.752/US$.

Rupiah Melemah (Bloomberg)

Kinerja rupiah yang melaju di tren negatif, terjadi ketika dolar AS menguat tajam di level 97,808, usai melejit 0,56% point–to–point.

Jika nilai rupiah terus melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini, support menarik dicermati pada level Rp16.740/US$ dan selanjutnya Rp16.800/US$ secara potensial menahan rupiah.

Penguatan dolar AS menunjukkan investor yang sedang memasang mode bermain aman. Aset–aset berisiko pun ditinggalkan, termasuk saham.

Terlebih lagi di AS, Bursa Wall Street finish di zona merah pada penutupan perdagangan dini hari tadi. Imbas preferensi investor terhadap aset aman, seperti dolar AS.

DXY Menguat Tajam (Bloomberg)

“Sudah saatnya istirahat. Tren penguatan Bursa Saham memang belum usai, tetapi dalam jangka pendek profil keuntungan mulai tertekan, dan momentum pun hilang,” kata Craig Johnson dari Piper Sandler, mengutip Bloomberg News.

(fad)

No more pages