Logo Bloomberg Technoz

Ahli Gizi: MBG Harusnya Fokus ke Daerah 3T, Bukan Dapur Miliaran

Dinda Decembria
24 September 2025 10:00

Seorang ibu menyuapi makan bergizi gratis (MBG) ke anaknya di Posyandu Anyelir 1, Ciracas, Jumat (10/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Seorang ibu menyuapi makan bergizi gratis (MBG) ke anaknya di Posyandu Anyelir 1, Ciracas, Jumat (10/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ahli Gizi Masyarakat, Tan Shot Yen, kembali melontarkan kritik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai seharusnya program ini lebih difokuskan untuk anak-anak di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), bukan malah membangun dapur Satuan Pendidikan Pangan Gizi (SPPG) dengan biaya miliaran rupiah.

“Target sebenarnya itu anak-anak di 3T, yang sekolahnya harus menyeberang sungai, guru pakai eretan, atau sekolah kebanjiran. Tapi malah dibangun dapur SPPG mewah dibangun miliaran dengan kulkas stainless. Padahal bisa modifikasi dengan kantin sekolah,” ujarnya di YouTube  DPR RI, dikutip Selasa (23/9).


Tan juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor. Menurutnya, pengawasan MBG seharusnya dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas, bukan hanya melibatkan Badan POM. “Karena kesehatan lingkungan Puskesmas memang jadi wilayah layanan supervisi, monitoring, dan evaluasi,” katanya.

Ia menekankan perlunya transparansi keuangan dalam pembangunan dapur dan penyediaan bahan pangan.