Merger GIAA-Pelita Air Dikritik, Manajemen Ikuti Arahan Danantara
Recha Tiara Dermawan
22 September 2025 17:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, melontarkan kritik keras terhadap kinerja PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) sekaligus mempertanyakan rencana penggabungan maskapai pelat merah tersebut dengan Pelita Air. Hal itu ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Senin (22/9/2025).
Mufti menilai, Pelita Air saat ini justru menunjukkan kinerja positif denan ketepatan waktu dan kualitas pelayanan yang baik. Karena itu, ia khawatir jika rencana konsolidasi berjalan, Pelita Air justru akan terdampak negatif.
“Saya sangat tidak setuju atas hal ini. Saya naik Pelita Air, tepat waktu juga, luar biasa. Pelayanan oke, makanan oke. Maka saya tidak mau Garuda untuk kemudian membajak Pelita Air yang sudah bagus, lalu akhirnya rusak gara-gara kena virus budaya kerja di Garuda Indonesia yang amburadul,” ujar Mufti.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, menegaskan bahwa rencana konsolidasi dengan Pelita Air masih berada pada tahap analisis awal.
“Dapat kami sampaikan bahwa kami mengikuti panduan strategis dari Danantara. Hingga saat ini (rencana penggabungan) masih dalam tahap analisis awal antara pemangku kepentingan, di bawah arahan dan panduan strategis dari Danantara,” kata Reza dikesempatan yang sama, Senin (22/9/2025).



























