Alasannya, kapasitas produksi biodiesel domestik saat ini baru mencapai 19,6 juta kiloliter.
Dengan proyeksi permintaan solar sebesar 38,5 juta kiloliter tahun ini, mandat B40 relatif masih terjangkau dengan kebutuhan biodiesel mencapai 15,4 juta kiloter.
Angka itu setara dengan pemanfaatan 78,6% kapasitas produksi biodiesel saat ini, kendati terdapat kenaikan konsumsi biodiesel domestik sebesar 6,1% dibandingkan dengan posisi 2024.
“Dengan asumsi proyeksi mengenai pertumbuhan konsumsi solar 6,5% pada 2026, kebutuhan solar jalan raya naik menjadi 40,9 miliar liter [40,9 juta kiloliter], pencampuran 50% berarti kebutuhan biodiesel melonjak ke 20,5 miliar [20,5 juta kiloliter],” tulis BMI.
“Target B50 pada 2026 dinilai sulit tercapai tanpa tambahan kilang baru untuk memperbesar kapasitas domestik,” tulis BMI.
Di sisi lain, BMI mensinyalir pemerintah bakal mengurangi porsi ekspor CPO untuk menopang kebutuhan bahan baku terkait dengan peningkatan porsi bauran B50 nanti.
Adapun, produksi CPO domestik diperkirakan mencapai 47,5 juta ton pada tahun 2025/2026, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata 2,3% hingga 2028/2029.
Sementara itu, konsumsi domestik diproyeksikan menyerap sekitar 49% dari produksi pada 2025/2026, porsi yang relatif stabil sepanjang periode prakiraan. Belakangan, porsi konsumsi domestik dan ekspor telah menyamai total produksi tahun penuh.
“Artinya, untuk mendukung tingkat pencampuran lebih tinggi, Indonesia kemungkinan harus memangkas sebagian ekspor dan memprioritaskan pasokan dalam negeri,” tulis BMI.
Muncul B45
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang menunda implementasi mandatori biodiesel B50, yang semula ditargetkan mulai pada 2026, dan menggantinya dengan B45.
Akan tetapi keputusan tersebut baru dapat ditentukan ketika uji coba atau road test biodiesel B50 telah dirampungkan. Dia memastikan kementerian sedang menjalankan uji coba tersebut dan sedang menunggu hasilnya.
“Kita sekarang sedang uji coba, sekarang kan B40 sudah berjalan, alhamdulillah bagus. Ke depan, kita akan dorong untuk di B50, tetapi sekarang kita lagi uji coba. Apakah B45 dulu baru B50, atau langsung? Nanti tunggu hasil uji cobanya,” kata Bahlil kepada awak media, di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip Jumat (12/9/2025).
Bahlil menyatakan uji coba B50 yang dilakukan telah memasuki tahap ketiga, tetapi dia belum bisa mengungkapkan kapan proses road test tersebut dirampungkan.
“Nanti kita akan umumkan kalau sudah oke, sudah perform kita akan umumkan,” pungkas Ketua Umum Partai Golkar itu.
(naw/yan)































