Logo Bloomberg Technoz

Purbaya Soal Defisit RAPBN 2026 Bengkak: Kurangi Keresahan Sosial

Dovana Hasiana
19 September 2025 21:25

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sambutan saat acara sertijab Menteri Keuangan di Kemenkeu, Selasa (9/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sambutan saat acara sertijab Menteri Keuangan di Kemenkeu, Selasa (9/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Kementerian Keuangan sepakat mengubah postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dengan porsi defisit yang lebih lebar. 

Berdasarkan dokumen pemerintah, defisit anggaran ditetapkan sebesar Rp689,15 triliun atau setara 2,68% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), naik dari usulan awal Rp638,8 triliun atau setara 2,48% PDB.

Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan defisit anggaran meningkat karena adanya penambahan postur belanja yang merupakan cerminan aspirasi masyarakat. 


“Itu kan ada aspirasi masyarakat. Anda lihat kan daerah-daerah terpaksa menaikkan pajak, PBB (pajak bumi dan bangunan) dan lain-lain yang amat tinggi sekali, sehingga menimbulkan instability,” kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Maka itu, kata Purbaya, pemerintah bersama dengan parlemen sepakat untuk meningkatkan belanja transfer ke daerah demi mengurangi keresahan masyarakat.