Logo Bloomberg Technoz

Namun, Kashkari menekankan bahwa bank sentral tidak boleh berada pada “jalur yang sudah dipatok untuk serangkaian pemangkasan.” Ia menyatakan siap mendukung penahanan suku bunga bila pasar tenaga kerja ternyata lebih tangguh dari perkiraan atau jika inflasi kembali meningkat. Bahkan, menurutnya, kenaikan suku bunga juga bisa dipertimbangkan bila kondisi ekonomi menuntut.

Dalam beberapa bulan terakhir, perekrutan tenaga kerja di AS melambat signifikan, sementara tingkat pengangguran naik ke 4,3% pada Agustus, tertinggi sejak 2021. Kashkari menilai, meski penurunan imigrasi membuat kebutuhan perekrutan baru menurun, faktor itu hanya menjelaskan sepertiga hingga separuh dari turunnya penciptaan lapangan kerja.

Menurutnya, risiko penurunan tajam di pasar tenaga kerja saat ini lebih besar dibanding risiko inflasi melonjak secara signifikan. Ia juga menilai inflasi kemungkinan besar akan bertahan di level saat ini — yang masih berada di atas target 2% The Fed — ketimbang meningkat tajam.

Revisi Tingkat Netral

Kashkari juga merevisi perkiraan tingkat netral suku bunga (neutral rate) menjadi 3,1%. Tingkat ini adalah level di mana suku bunga tidak menahan maupun mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, level tersebut naik dalam beberapa tahun terakhir karena sejumlah faktor, termasuk pergeseran investasi ke industri yang lebih efisien seperti teknologi AI, serta meningkatnya biaya modal asing akibat tarif perdagangan.

“Dengan pandangan ini, kebijakan moneter mungkin tidak terlalu ketat. Bahkan jika FOMC melakukan sejumlah pemangkasan, suku bunga jangka panjang kemungkinan tidak turun banyak sebagai respons,” kata Kashkari. Ia mencontohkan minimnya penurunan suku bunga kredit tertentu dalam setahun terakhir meski The Fed memangkas suku bunga acuan hingga satu poin penuh pada akhir 2024.

Hal ini, lanjutnya, juga dapat berdampak pada sektor lain. “Pasar perumahan mungkin tidak akan merasakan banyak keringanan dari pemangkasan suku bunga,” ujarnya.

Selain itu, Kashkari menyinggung potensi campur tangan politik yang bisa merusak independensi The Fed sekaligus mengikis kepercayaan terhadap kemampuannya mengendalikan inflasi. Kekhawatiran itu semakin mencuat seiring ancaman Presiden Donald Trump terhadap lembaga tersebut.

Meski begitu, Kashkari menegaskan bahwa FOMC berkomitmen kuat untuk menurunkan inflasi ke target 2%. Namun, ia mengakui bahwa menjaga independensi The Fed “ada di luar kendali FOMC.”

(bbn)

No more pages