Logo Bloomberg Technoz

BI Rate Turun Dorong Kredit, Saham BBNI dan BBTN Diuntungkan

Muhammad Julian Fadli
19 September 2025 16:00

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (IHSG). (Bloomberg Tachnoz/ Andrean Kristianto)
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (IHSG). (Bloomberg Tachnoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keputusan tidak terduga dari Bank Indonesia (BI) memangkas bunga acuan BI Rate menjadi 4,75% berpotensi mendorong pertumbuhan permintaan yang lebih kuat hingga nantinya mengatrol pasar saham, dengan saham BBNI dan saham BBTN jadi pilihan analis.

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai, pengguntingan BI Rate yang mengejutkan untuk ketiga kalinya, yang masing–masing 25 basis poin, menegaskan sikap pro-pertumbuhan (pro-growth) oleh BI, sejalan dengan ekspansi fiskal yang gencar dipimpin oleh Menteri Keuangan yang baru.

BI Rate (Bloomberg)

Langkah pelonggaran BI, dipadukan dengan berbagai dorongan fiskal dari Kementerian Keuangan, berpotensi menopang pertumbuhan permintaan yang lebih kuat, menyempurnakan persepsi risiko, serta mendorong ekspansi kredit.


“Dengan demikian, pemangkasan lebih lanjut dapat mendorong penurunan suku bunga yang lebih luas di sistem perbankan, terutama karena likuiditas telah banyak membaik setelah kebijakan Kementerian Keuangan menempatkan dana Pemerintah menganggur ke bank–bank BUMN,” tulis riset BRI Danareksa, Jumat.

Analisis terbaru dari tim riset Samuel Sekuritas juga menyebut, pemangkasan yang terjadi amat mengejutkan pasar ini menjadi yang ketiga berturut–turut dalam tiga bulan, sekaligus menyeret bunga acuan ke level terendah sejak Oktober 2022.