Berdasarkan konsensus Bloomberg bank-bank Himbara memiliki potensi upside, dan yang paling besar adalah BMRI sekitar 31,6%. Sebanyak 30 analis atau 81,1% merekomendasikan beli saham BMRI, 4 analis atau 10,3% merekomendasikan tahan atau netral sementara 3 analis lainnya merekomendasikan jual.
Pada bagian lain, potensi kenaikan saham BBRI sekitar 12,1%, dengan potensi return BBNI sebesar 15,2%. Saham BBTN memiliki target harga rata-rata 12 bulan terlampaui yaitu Ro1.335.
Reaksi Wall Street saat Fed Berpeluang Besar Pangkas Bunga
Inflasi yang relatif jinak dikombinasikan dengan lebih banyak tanda pelemahan lapangan kerja memicu reli di Wall Street di tengah spekulasi bahwa Bank Sentral atau Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini.
Investor Asing Net Sell Saat Terjadi Purbaya Effect
Mengutip data Bloomberg, di pasar saham, arus net sell asing belum berhenti untuk sebelas hari perdagangan berturut-turut hingga perdangan Jumat kemarin. Arus jual yang terjadi sejak 27 Agustus itu, membawa posisi investor nonresiden mencatat net sell senilai US$3,72 miliar atau Rp61,33 triliun sepanjang tahun ini (year-to-date) sampai data terakhir 11 September.
BUMN Infrastruktur PTPP Digugat Pailit
PT PP (Persero) Tbk mendapatkan panggilan pengadilan atas permohonan pailit yang diajukan oleh PT Stahlindo Jaya Perkasa sebagai Pemohon Pailit I dan PT Sinar Baja Prima sebagai Pemohon Pailit II terkait utang KSO PP-Urban.
Stahlindo Jaya Perkasa merupakan subkontraktor pekerjaan struktur baja pada Proyek Pembangunan Museum KCBN Muarajambi yang terikat kontrak dengan KSO PP-Urban melalui perjanjian subkontraktor pada Juni 2024 dan amandemen pada Agustus 2024.
Suntikan Dana Negara Rp200 T Bikin Saham Himbara Lompat
Keputusan kucuran dana likuiditas mencapai Rp200 triliun pada Jumat, 13 September 2025 langsung mendongkrak saham-saham bank Himbara. Untuk diketahui, melansir arahan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kas negara senilai total Rp200 triliun yang disimpan di Bank Indonesia (BI) bakal segera dialihkan ke perbankan BUMN.
Riset Bloomberg Intelligence menyebut bahwa rencana penempatan dana SAL di bank-bank Himbara akan membantu meringankan isu keketatan likuiditas. Per Mei, LDR perbankan sudah menyentuh 88%. "Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Tabungan bisa mendapatkan keuntungan lebih, dengan LDR yang sudah di atas peers. Apalagi efek penurunan suku bunga dan kebijakan likuiditas lainnya akan memakan waktu," sebut riset Bloomberg Intelligence.
(mef/wep)































