Purbaya Klaim Suntikan Rp200 T Jadi Titik Balik Pemulihan Ekonomi
Pramesti Regita Cindy
13 February 2026 08:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim suntikan likuiditas sebesar Rp200 triliun ke sistem perbankan menjadi titik balik pemulihan ekonomi nasional, di tengah tekanan global yang kian memburuk. Purbaya menegaskan, perekonomian Indonesia sejatinya tidak terlalu rentan terhadap gejolak eksternal karena sekitar 90% pertumbuhan ditopang oleh permintaan domestik.
"Ada hitung-hitungannya. Jadi kalau saya fokus jalankan yang 90%, kalau yang 10% jatuh pun, ekonomi kita masih bisa bagus," kata Purbaya dalam Sharia Economic Forum, dikutip Jumat (13/2/2026).
Purbaya menjelaskan perlambatan ekonomi beberapa bulan terakhir bukan semata akibat kondisi global, melainkan karena kebijakan domestik yang terlalu ketat. Ia menyebut belanja fiskal berjalan lambat, sementara kebijakan moneter ikut menahan likuiditas.
Di saat otoritas kerap menyebut kondisi likuiditas masih longgar, Purbaya justru menilai uang di sistem sebenarnya tidak cukup. Ia menyinggung klaim ample liquidity yang sering disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Hal ini tidak sepenuhnya tercermin pada pertumbuhan uang beredar.
Mengacu pada pendekatan ekonom Milton Friedman, Purbaya mengatakan indikator utama kebijakan ketat atau longgar seharusnya dilihat dari pertumbuhan base money (M0). Sebelum 2023 pertumbuhan uang primer nyaris nol, lalu kembali ditekan pada periode April-Agustus 2025.




























