Logo Bloomberg Technoz

SPBU di RI Butuh Tambahan Impor BBM 1,4 Juta Kl hingga Akhir 2025

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 September 2025 15:36

Petugas memberi info ke pelanggan mengenai stok BBM di SPBU Shell, Jalan DR. Satrio, Senin (3/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas memberi info ke pelanggan mengenai stok BBM di SPBU Shell, Jalan DR. Satrio, Senin (3/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan kebutuhan impor bahan bakar minyak (BBM) oleh seluruh perusahaan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia mencapai 1,4 juta kiloliter (kl) hingga akhir 2025.

Akan tetapi, kementerian belum dapat memerinci berapa kebutuhan masing-masing perusahaan SPBU dari total kekurangan 1,4 juta kl. Saat ini, pemerintah masih menunggu data kebutuhan BBM dari masing-masing perusahaan SPBU, baik swasta maupun Pertamina.

Dalam hal ini, Yulot memastikan bahwa total kebutuhan impor BBM sebanyak 1,4 juta kl tersebut sudah termasuk kebutuhan tambahan perusahaan SPBU swasta, Shell Indonesia dan BP-AKR, yang akhir-akhir ini tengah mengalami kekurangan pasokan.


“Jadi antara SPBU swasta dengan Pertamina ini kan kita konsolidasikan berapa kebutuhan impor. Jadi untuk kebutuhan yang disampaikan, data sementara 1,4 juta [kl]. Jadi ini kan berapa porsi Pertamina, berapa porsi badan usaha; ini data-datanya itu kita minta detailkan,” kata Yuliot kepada awak media di Kementerian ESDM, Jumat (12/9/2025).

SPBU Shell di Tebet, Jakarta Selatan Jumat 28 Februari 2025. (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska).

Impor Satu Pintu