Logo Bloomberg Technoz

Belakangan, PLN kembali membuka lelang proyek angin itu pada 2023. Adapun, proses lelang itu sampai saat ini masih berlanjut.

Lewat pengembangan proyek di NTT itu, TOBA merencanakan kapasitas pembangkit angin terpasang sebesar 22 megawatt (MW) pada 2028.

Kendati demikian, target setrum dari sumber angin itu relatif kecil dibandingkan dengan sumber energi lainnya seperti matahari dan air.

Rencana pengembangan proyek PLTB di NTT itu dilakukan TOBA lewat anak usahanya, PT Bayu Alam Sejahtera (BAS). Menurut hitung-hitungan TOBA, nilai proyek PLTB di NTT itu mencapai US$48,3 juta atau sekitar Rp790,33 miliar (asumsi kurs Rp16.363 per dolar AS).

Sementara itu, dana yang akan dialokasikan TOBA lewat ekuitas internal sebesar US$9,7 juta untuk membiayai pengembangan proyek listrik angin ini.

“Kami berencana untuk menjadi pemilik saham mayoritas untuk proyek PLTB ini,” tuturnya.

Di sisi lain, TOBA menargetkan tambahan kapasitas listrik dari portofolio energi baru terbarukan (EBT) sebesar 594 MW pada periode 2026-2029. Sebagian besar sumber energi itu berasal dari pembangkit solar dan hidro.

Adapun, nilai proyek dari tambahan kapasitas 594 MW itu mencapai US$765 juta, dengan porsi ekuitas internal dialokasikan sebesar US$175,9 juta untuk membiayai seluruh proyek mendatang.

Dari sisi kinerja keuangan, TOBA mencatatkan rugi bersih signifikan sepanjang semester I-2025 selepas divestasi 2 aset pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) awal tahun ini.

TOBA mencatat rugi bersih sebesar US$115,6 juta atau sekitar Rp1,89 triliun, berbalik dari laba US$26,49 juta yang dicetak pada periode sama tahun lalu.

Kinerja minus itu disebabkan karena rugi non-kas akibat pelepasan dua anak usaha PLTU, yaitu PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP).

Transaksi divestasi ini diselesaikan masing-masing pada Maret dan Mei 2025, yang belakangan menghasilkan rugi akuntansi senilai US$96,9 juta.

“Kerugian tersebut tidak berdampak pada arus kas perseroan, justru menghasilkan tambahan dana segar ke kas TBS sebesar US$123,6 juta,” ujar Direktur TOBA Juli Oktarina, dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (30/7/2025).

(naw/wdh)

No more pages