Logo Bloomberg Technoz

PGN Cetak Laba Rp2,36 T di Tengah Beban LNG dan Penurunan Lifting

Recha Tiara Dermawan
10 September 2025 13:40

Perusahaan Gas Negara (PGAS). (Dok. Bloomberg)
Perusahaan Gas Negara (PGAS). (Dok. Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN mencatatkan pendapatan konsolidasian senilai US$1,9 miliar (sekitar Rp31,26  triliun) sepanjang semester I-2025, tumbuh 5% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mencapai US$1,8 miliar. 

Akan tetapi, laba bersih perusahaan turun menjadi US$144 juta (Rp2,36 triliun), tertekan kenaikan beban pembelian gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

Direktur Keuangan PGN Fadjar Harianto Widodo menjelaskan kenaikan pendapatan terutama didorong segmen niaga gas dengan pertumbuhan 13% secara tahunan atau year on year (yoy), seiring dengan meningkatnya serapan regasifikasi LNG dari pelanggan non-HGBT (harga gas bumi tertentu). 


“Namun, beban pokok pendapatan juga naik 13% menjadi US$1,6 miliar, terutama dari pembelian LNG. Hal ini menekan laba bruto maupun laba operasi,” ujarnya dalam Public Expose Live IDX 2025, Rabu (10/9/2025).

Jaringan pipa gas PGN. (Sumber foto website PGN)

Sepanjang paruh pertama tahun berjalan, laba operasi PGN tercatat US$240 juta. Selain itu, perseroan membukukan rugi selisih kurs seiring dengan penguatan rupiah terhadap dolar AS. Per 30 Juni 2025, total aset PGN mencapai US$6,4 miliar, liabilitas US$2,95 miliar, dan ekuitas US$3,5 miliar.