RI Mau Lelang Blok Migas Serempak: Rawan Lama, Data Perlu Diuji
Azura Yumna Ramadani Purnama
09 September 2025 09:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri migas memprediksi lelang puluhan blok migas secara serempak akan memakan waktu lebih lama dari mekanisme lelang bertahap yang sebelumnya dilakukan. Kelengkapan data dari wilayah kerja (WK) migas yang akan ditawarkan juga dinilai perlu diuji.
Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal memandang rencana lelang serempak tersebut bisa saja dilakukan, terlebih pasar minyak dunia tengah mencermati laporan International Energy Agency (IEA) yang memproyeksikan permintaan minyak mentah akan berada di puncaknya pada 2029.
Akan tetapi, kata Moshe, mekanisme lelang serempak tersebut diprediksi membutuhkan waktu lelang yang lebih lama lantaran para investor perlu mengkaji satu per satu blok migas yang ditawarkan oleh pemerintah.
Moshe juga mempertanyakan keandalan data pendukung yang dimiliki pemerintah terhadap sekira 75 blok migas yang akan ditawarkan. Data tersebut padahal sangat dibutuhkan oleh investor untuk mengkaji apakah WK migas yang ditawarkan akan menguntungkan perusahaan atau tidak.
“Jadi ya, sah-sah saja perintah mau melelang langsung 75 lapangan. Namun, konsekuensinya adalah 75 lapangan itu, calon investor akan membutuhkan waktu lebih lama untuk me-review satu-satu,” kata Moshe ketika dikonfirmasi, Selasa (9/9/2025).
































