Logo Bloomberg Technoz

Terlebih juga dengan penerapan QR Code untuk validasi dan tracking dengan notifikasi yang kian memudahkan proses data. 

"Data pemohon harus dilindungi via sentralisasi database terintegrasi yang minimalkan input ulang dan kolaborasi aman dengan kementerian," jelasnya.

"Cara ini kita harapkan sudah aman karena BSSN sebagai otoritas siber negara pasti memastikan sertifikasi elektronik tahan bocor, plus OJK punya mekanisme pelaporan kebocoran. Namun, OJK perlu terus update protokol untuk ancaman siber baru, agar kepercayaan industri terjaga ," tegasnya. 

Tak luput, Heru juga menyoroti kesiapan SDM dan infrastruktur daerah dalam mendukung implementasi SPRINT. Menurutnya, meski OJK telah melakukan sosialisasi dan pelatihan bertahap, peningkatan konektivitas dan adaptasi SDM terhadap fitur canggih masih tetap dibutuhkan. 

Dia menyarankan agar OJK memperkuat sosialisasi lewat webinar dan SPRINT Corner, meningkatkan pelatihan SDM, serta memastikan layanan tepat waktu sesuai standar.

"Juga, pastikan SLA tepat waktu dengan monitoring ketat, integrasi data aman antar-lembaga dan masukan dari industri untuk evaluasi," pungkasnya. 

Sebelumnya, Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara mengungkapkan peralihan pelayanan perizinan ini sebagai salah satu tugas utama OJK. Dengan integrasi sistem ke dalam SPRINT, OJK ungkapnya ingin memastikan layanan perizinan semakin efisien, cepat, dan berkualitas, namun tetap berada dalam koridor prudensial serta tata kelola yang baik. 

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa pelayanan perizinan OJK harus memenuhi standar SLA yang baik kepada industri maupun secara internal OJK sesuai dengan ketentuan.  

"SLA adalah komitmen layanan yang wajib dipenuhi. Kami berusaha memastikan pelayanan perizinan diberikan tepat waktu, dan OJK selalu terbuka terhadap masukan dari industri untuk terus meningkatkan kualitas layanan," kata Mirza mengutip dari keterangan resminya, Selasa (26/8/2025).

Sebagai catatan, sistem ini juga dilengkapi sentralisasi basis data, fasilitas multi-user, serta kolaborasi data dengan kementerian dan lembaga untuk meminimalkan kesalahan input.

(lav)

No more pages