Logo Bloomberg Technoz

Aktivitas Manufaktur RI Ekspansi Lagi, Sudah 6 Bulan Beruntun

Hidayat Setiaji
02 February 2026 07:46

Pabrik PT NAYUEdi Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/10). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)
Pabrik PT NAYUEdi Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/10). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aktivitas manufaktur Indonesia pada Januari masih berada di zona ekspansi. Bahkan ekspansinya lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada Senin (2/2/2026). S&P Global mengumumkan aktivitas manufaktur Indonesia yang dicerminkan dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) ada di 52,6 untuk periode Januari. Lebih baik ketimbang Desember 2025 yang sebesar 51,2.

PMI di atas 50 menandakan aktivitas yang berada di fase ekspansi, bukan kontraksi. Aktivitas manufaktur Indonesia sudah berada di area ekspansi selama enam bulan beruntun.


“Produksi maupun pemesanan baru (new orders) naik pada Januari. Sinyal positif ini mendorong dunia usaha untuk menambah pembelian bahan baku untuk melayani peningkatan permintaan,” sebut keterangan resmi S&P Global.

Permintaan lebih dominan dari dalam negeri. Ekspor masih mengalami penurunan, sudah lima bulan beruntun akibat kebijakan tarif.