Logo Bloomberg Technoz

Tutup Utang 2026, Pemerintah Pakai Saldo Anggaran Lebih Rp60 T

Sultan Ibnu Affan
26 August 2025 10:50

Karyawan menghitung uang rupiah di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah akan menggunakan akumulasi sisa anggaran yang terkumpul hingga APBN 2024 atau disebut Saldo Anggaran Lebih (SAL) mencapai Rp60 triliun sebagai salah satu instrumen pengurang utang dan membiayai kebutuhan mendesak atau fiscal buffer pada 2026 mendatang.

Hal itu terungkap dalam Buku Nota Keuangan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2026 yang juga telah resmi diserahkan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, yang juga telah disetujui oleh Komisi IX.

"Pada RAPBN 2026, pemerintah mengalokasikan penggunaan SAL sebagai instrumen pengurang utang dan fiscal buffer sebesar Rp60 triliun dan alokasi HPA [Hasil Pengelolaan Aset] sebesar Rp400 miliar," tulis dokumen tersebut.


Penggunaan SAL tersebut juga dilakukan sebagai salah satu sumber pembiayaan non-utang yang juga selama ini berperan sebagai instrumen strategis pemerintah dalam menjaga keberlanjutan fiskal negara.

Pemerintah juga memastikan penggunaan SAL akan dikelola secara efisien dan optimal dalam memperkuat stabilisasi fiskal, terkhusus dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian domestik maupun global.