Logo Bloomberg Technoz

Mengapa Bitcoin Cenderung Melemah dalam 24 Jam Terakhir?

Farid Nurhakim
25 August 2025 15:25

Bitcoin Mendekati Rekor Tertinggi (Angel Garcia/Bloomberg)
Bitcoin Mendekati Rekor Tertinggi (Angel Garcia/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sentimen di pasar aset digital sejak akhir pekan kemarin hingga Senin (25/8/2025) mendorong pelemahan Bitcoin kembali ke level US$111.000.

Pergerakan harga Bitcoin yang pada 14 Agustus 2025 lalu menembus batas rekor tertinggi (all time high/ATH) di US$124.198,52 hingga kini terus turun.

Data mencatat dalam dua pekan terakhir terjadi pelemahan 8,8%, dimana 3,2% terkoreksi sepanjang 24 jam perdagangan terakhir. Akan tetapi sepanjang tahun ini masih hijau 18,9% ke level US$111.502 (sekitar Rp1,81 miliar) hingga pukul 15.05 WIB, dikutip dari CoinGecko.


Pada pertengahan Agustus, pelaku pasar begitu optimis akibat ekspektasinya bahwa bunga acuan The Fed bakal turun hingga mendorong aksi beli secara masif. Selain karena kepercayaan diri investor aset kripto bahwa pemerintahan Donald Trump bakal menghadirkan  iklim regulasi yang ramah kripto.

Pav Hundal, analis pasar utama di Swyftx turut mengulas bahwa kenaikan saat itu juga didukung oleh likuiditas yang terus mengalir ke aset berisiko, berkaca pada tidak tampak sinyal overheating.