Juni tahun lalu Bloomberg News melaporkan bahwa berdasarkan informasi dari berbagai sumber menyebut target jumlah karyawan pasca penggabungan TikTok - Tokopedia sekitar 5.000 orang.
Sementara itu, rumor terbaru yang diunggah akun instagram teknologi dan pekerja tech @ecommurz sebelumnya menyebut total tim inti TikTok-Tokopedia hanya akan tersisa 600 orang. Bidang pekerjaan lain, beberapa role operasional hingga korporasi akan dialihkan ke dua kantor TikTok di China dan Singapura.
Restrukturisasi adalah langkah taktis operasi ByteDance di Indonesia, tujuan utamanya mengurangi biaya pasca telah dikeluarkannya dana segar. ByteDance sebelumnya sempat tersandung aturan hingga sempat menutup operasi TikTok Shop dan kembali aktif berkat kesepakatan akuisisi PT Tokopedia.
Saat kabar viral kabar PHK Tokopedia awal bulan Juni 2025, Nuraini Razak Direktur Corporate Affairs Tokopedia dan ShopTokopedia menyampaikan bahwa keputusan PHK perusahaan bertujuan untuk menyelaraskan tim.
“Menyusul penggabungan TikTok dan Tokopedia, kami telah mengidentifikasi beberapa area yang perlu diperkuat dalam organisasi dan menyelaraskan tim kami agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Sebagai hasilnya, kami harus melakukan penyesuaian yang diperlukan pada struktur organisasi sebagai bagian dari strategi perusahaan agar dapat terus tumbuh,” kata Nuraini kepada Bloomberg Technoz.
Ambisi ByteDance
Indonesia adalah salah satu pasar paling awal untuk ambisi e-commerce ByteDance - dan sejauh ini merupakan yang terbesar- tetapi persaingannya sangat ketat dengan para pesaingnya seperti Shopee milik Sea Ltd dan Lazada milik Alibaba Group Holding Ltd.
ByteDance tidak sendiri. Pola perampingan jumlah karyawan juga telah dilakukan oleh Alibaba hingga Tencent demi mempercepat upaya meraih keuntungan di tengah perlambatan ekonomi.
GOTO Jadi Pendukung Pasif New Tokopedia
Pasca kesepakatan GOTO masih menggenggam 24,99% sisa saham PT Tokopedia dan tidak memiliki kendali aktif atas operasional platform e-commerce asli Indonesia tersebut.
GOTO hanya menjadi pendukung pasif, selain mendapatkan service fee atas pendapatan Tokopedia setiap tahunnya. Jumlah service fee yang diraih diprediksi tidak kurang dari Rp675 miliar pertahun, dengan risiko yang sangat rendah karena beban Tokopedia tidak terkonsolidasi di GOTO.
Hal tersebut terungkap dalam presentasi Investor Update yang dipublikasikan oleh GOTO pada pertengahan Desember 2023.
Presentasi menjelaskan bahwa GMV TikTok Shop dan Tokopedia mencapai US$2,9 miliar pada kuartal III-2023. Dengan angka acuan tersebut, maka GOTO berpotensi mendapatkan service fee sebesar US$11,4 juta pada setiap kuartal atau tidak kurang dari US$45 juta (Rp675 miliar) setiap tahunnya dari Tokopedia. Dengan hitungan sederhana, service fee setara dengan 40 bps dari total GMV.
Perjalanan Tokopedia
Usai kembali viral kabar keberlanjutan PHK tentu kita bisa menoleh ke belakang bagaimana Tokopedia hadir sebagai simbol kebangkitan e-commerce Indonesia. 17 Agustus 2009 adalah hari yang sakral karena Tokopedia pertama kali didirikan oleh dua tokoh penting di bidang e-commerce, William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison.
Perjalanan Tokopedia tampak mulus hingga menjadi salah satu unicorn pertama di Indonesia dengan janji menjadi wadah pelaku UMKM untuk menjual produk mereka secara online.
Baca Juga: Merger Tokopedia-TikTok, GoTo atau ByteDance yang Paling Untung?
Dalam keterangan resmi bulan Maret 2010 Tokopedia umumkan investasi baru dari East Ventures. Pada awal 2009 Tokopedia diketahui telah mendapatkan seed funding dari PT. Indonusa Dwitama untuk launching Tokopedia.com pada Agustus 2009.
Pada 2014 Softbank dan Sequoia diketahui menyuntikan dana kepada Tokopedia. Tak hanya itu pada 2017, seiring masuknya perusahaan ke bisnis digital dan fintech, Alibaba Group juga diketahui menyuntikan pendanaan sebesar US$1,1 miliar, yang turut dilanjutkan pada 2018 sebesar US$1,1 miliar.
Adapun pada 2020 Tokopedia dinobatkan menjadi satu-satunya perusahaan teknologi di Indonesia dengan pertumbuhan tercepat dalam Asia Pacific Technology Fast 500 oleh Deloitte Touche Tohmatsu.
Pada 2021, Tokopedia memutuskan bergabung dengan Gojek, membentuk entitas baru bernama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Klaim merger demi untuk menciptakan ekosistem digital terintegrasi yang mencakup transportasi, pembayaran, dan e-commerce.
GoTo kemudian melantai di Bursa Efek Indonesia pada April 2022. Saat itu, harga saham GoTo Gojek Tokopedia saat melakukan Initial Public Offering (IPO) di BEI Rp338 dengan 1,18 triliun saham beredar. Pada Januari 2024, GoTo menjual 75,01% saham Tokopedia kepada TikTok.
(far/wep)




























