Amran menegaskan capaian tersebut membuat stok cadangan pemerintah jauh lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya, saat Indonesia masih mengimpor 7 juta ton beras pada 2023 dan 3 juta ton sampai 4 juta ton pada 2024.
Harga beras yang sempat melonjak kini mulai turun di 15 provinsi. Menurut Mentan, stabilisasi harga didorong operasi pasar Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilakukan Perum Bulog dengan dukungan TNI/Polri.
Saat ini penyaluran beras SPHP mencapai 6.000 ton per hari dan akan ditingkatkan hingga 10.000 ton per hari dengan target 1,3 juta ton sampai akhir 2025.
Di sisi lain, harga beras di ritel modern telah turun sekitar Rp1.000 per kilogram.
Dia menambahkan kementeriannya bakal tetap menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga bagi konsumen.
Harga gabah kini stabil di level Rp6.500 per kilogram sesuai harga pokok pembelian (HPP), dengan serapan Bulog meningkat dua kali lipat. Nilai Tukar Petani (NTP) juga naik ke 122,64 pada Juli 2025, di atas target 115–120.
“Kita menjaga dua sisi petani sejahtera dengan harga gabah yang layak, konsumen bahagia dengan harga beras yang terjangkau,” ujarnya.
(rtd/naw)
































