Kapasitas Pusat Data RI Kalah dari Jepang dan Singapura
Farid Nurhakim
21 August 2025 16:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Direktorat Jenderal Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital, Aju Widya Sari, mengungkapkan bahwa kapasitas pusat data (data center) di Indonesia hanya kurang lebih 1,5 watt per kapita. Dia menilai angka itu masih di bawah Jepang dan Singapura.
Dia menyebut bahwa kapasitas data center di Jepang memerlukan sekitar 10 watt per kapita. Dalam halaman presentasi yang dipaparkan, kapasitas pusat data di Singapura membutuhkan lebih dari 100 watt per kapita.
“Terkait data center, seiring dengan pertumbuhan lainnya, Indonesia hanya membutuhkan kapasitas sekitar 1,5 watt per kapita. Angka tersebut jauh dari Jepang dengan 10 watt per kapita dan di belakang Singapura,” kata Aju dalam acara Telkomsel terkait Solution Day 2025 di Grand Ball Room The Ritz-Carlton Jakarta, Pasific Place, Kamis (21/8/2025).
Indonesia memerlukan kapasitas data center minimal sebesar 2.800 megawatt (MW), dengan Jepang sebagai acuannya (benchmark). Aju dalam paparannya menyatakan parameter ini belum termasuk permintaan untuk pusat data AI dan memasukkan fakta bahwa populasi Indonesia lebih aktif secara digital.
Ambisi peningkatan kapasitas pusat data tentu seiring dengan laju permintaan cloud computing yang bertumbuh di era teknologi kecerdasan buatan. Sadar akan hal tersebut, pemerintah juga terus melakukan optimalisasi potensi AI dalam negeri.

































