Logo Bloomberg Technoz

Masuki Fase Baru, AS Pertimbangkan Kirim Pasukan Darat ke Iran

Redaksi
19 March 2026 15:00

Warga Iran membakar bendera AS dan Israel di Teheran pada 17 Maret. (Sumber: Getty Images via Bloomberg)
Warga Iran membakar bendera AS dan Israel di Teheran pada 17 Maret. (Sumber: Getty Images via Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan pengiriman ribuan tentara untuk memperkuat operasi militer di Timur Tengah. Langkah ini diambil saat militer AS mempersiapkan tahapan lanjutan dalam kampanye militernya melawan Iran, demikian menurut keterangan seorang pejabat AS dan tiga sumber yang memahami masalah tersebut.

Pengerahan pasukan ini bertujuan untuk memberi Trump lebih banyak opsi strategis dalam memperluas operasi AS, mengingat perang melawan Iran kini telah memasuki pekan ketiga.

Berdasarkan keterangan sumber, seperti dikutip dari Reuters, opsi-opsi tersebut mencakup pengamanan jalur lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, sebuah misi yang akan mengandalkan kekuatan udara dan angkatan laut. Namun, empat sumber—termasuk dua pejabat AS—menyebutkan bahwa pengamanan selat tersebut juga bisa berarti menempatkan pasukan darat di sepanjang garis pantai Iran.


Pemerintahan Trump juga telah mendiskusikan opsi pengiriman pasukan darat ke Pulau Kharg, pusat ekspor bagi 90% minyak Iran. Namun, salah satu pejabat mengakui bahwa operasi semacam itu sangat berisiko tinggi. Iran diketahui memiliki kemampuan untuk menjangkau pulau tersebut dengan rudal dan drone.

AS sebelumnya telah melancarkan serangan terhadap target militer di pulau tersebut pada 13 Maret, dan Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur minyak vital di sana. Meski demikian, pakar militer menilai bahwa menguasai pulau tersebut dianggap sebagai opsi yang lebih baik daripada menghancurkannya, mengingat peran krusialnya bagi ekonomi Iran.