Kolaborasi TelkomGroup-Komdigi Jaga Jaringan Lebaran

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menjelang Idulfitri 1447H, lonjakan aktivitas digital masyarakat mendorong penguatan layanan telekomunikasi nasional. TelkomGroup bersama Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi) bergerak cepat memastikan jaringan tetap stabil dan andal selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Komitmen tersebut ditandai melalui Apel Bersama Posko Siaga Kualitas Layanan Telekomunikasi Optimal Tahun 2026 yang digelar di Jakarta. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Komdigi Dr. Ir. Ismail, M.T., serta dihadiri jajaran pimpinan TelkomGroup dan para pemangku kepentingan industri.
Kehadiran Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Direktur Utama Telkomsel Nugroho, serta jajaran direksi dan personel teknis menunjukkan keseriusan dalam menjaga kualitas layanan nasional. Sinergi ini menjadi langkah strategis menghadapi lonjakan trafik digital saat momen mudik dan silaturahmi.
Dalam arahannya, Ismail menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, operator seluler, dan berbagai pihak sangat krusial agar masyarakat dapat menikmati layanan komunikasi yang aman dan berkualitas selama periode penting tersebut.
Dari sisi korporasi, TelkomGroup menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung kebutuhan digital masyarakat. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan, “Seluruh ekosistem TelkomGroup berkomitmen untuk berkolaborasi dan menghadirkan konektivitas yang mendukung berbagai aktivitas digital masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, sehingga momen silaturahmi dapat tetap terjalin dengan lancar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Dian.
Posko SIAGA RAFI dan Penguatan Infrastruktur
Untuk memastikan kesiapan operasional, TelkomGroup menggelar Kick-Off Posko SIAGA RAFI 2026 di Telkom Integrated Operation Center Jakarta. Kegiatan ini diikuti secara daring oleh seluruh posko di berbagai wilayah Indonesia.
Mengusung tema “Hadir Tanpa Henti, Layani Sepenuh Hati”, posko ini beroperasi penuh selama 24 jam mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Total terdapat 22 posko yang terdiri dari 9 posko utama dan 13 posko operating company.
Dalam operasionalnya, lebih dari 13.700 personel diterjunkan. Sebanyak 480 petugas bertugas di posko, sementara lebih dari 13.200 personel lapangan disiagakan untuk menjaga stabilitas jaringan di seluruh wilayah Indonesia.
Koordinasi lintas entitas diperkuat melalui pembentukan satuan tugas khusus. Dalam hal ini, pengelolaan infrastruktur konektivitas diorkestrasi oleh InfraNexia sebagai bagian dari ekosistem TelkomGroup.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan. TelkomGroup mengandalkan Smart Command Center untuk memantau jaringan secara real-time melalui dashboard terpadu.
Selain itu, platform Telkomcare digunakan untuk memonitor tiket gangguan dan sistem peringatan di berbagai titik strategis. Langkah ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Direktur Network Telkom Nanang Hendarno menegaskan pentingnya sinergi internal dalam menjaga performa jaringan. Ia menyatakan, “TelkomGroup memastikan kesiapan infrastruktur dan operasional jaringan secara end-to-end melalui sinergi lintas entitas sehingga layanan konektivitas dapat tetap terjaga dan andal,” ujar Nanang.
Lebih lanjut, Nanang menjelaskan bahwa berbagai langkah antisipatif telah dilakukan sejak awal. Upaya tersebut mencakup pengujian performa jaringan, penguatan infrastruktur, serta optimalisasi sistem monitoring berbasis teknologi informasi.
Ia juga menambahkan, “Dengan dukungan seluruh kapabilitas jaringan TelkomGroup, kami berkomitmen menjaga kualitas layanan agar masyarakat dapat menikmati pengalaman digital yang lancar di berbagai titik aktivitas, termasuk jalur mudik dan pusat layanan publik,”.
Dari sisi kapasitas, TelkomGroup memproyeksikan kenaikan trafik fixed broadband sebesar 9,2 persen dibandingkan periode sebelumnya. Trafik diperkirakan mencapai 30,3 Tbps selama RAFI 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, kapasitas jaringan telah ditingkatkan hingga 60,7 Tbps. Langkah ini memastikan infrastruktur mampu menampung peningkatan penggunaan tanpa mengganggu kualitas layanan.
Sementara itu, trafik mobile broadband juga diperkirakan meningkat signifikan. Puncak payload nasional diproyeksikan mencapai 70,85 petabyte atau naik sekitar 11,1 persen dibandingkan hari normal.
Penguatan jaringan mobile dilakukan dengan dukungan lebih dari 229 ribu BTS yang mencakup sekitar 97 persen wilayah Indonesia. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga konektivitas selama mobilitas masyarakat meningkat.
Tidak hanya itu, peningkatan kapasitas juga dilakukan pada jaringan inti dan berbagai platform digital. Upaya ini mendukung kebutuhan komunikasi, hiburan digital, hingga aktivitas ekonomi berbasis internet.
Melalui langkah-langkah strategis tersebut, TelkomGroup memastikan masyarakat tetap dapat menikmati layanan digital tanpa hambatan. Koneksi yang stabil menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan selama Ramadan dan Idulfitri.
Secara keseluruhan, kolaborasi antara TelkomGroup dan Komdigi mencerminkan kesiapan nasional dalam menghadapi lonjakan kebutuhan digital. Dengan dukungan teknologi, sumber daya manusia, dan koordinasi yang solid, layanan telekomunikasi diharapkan tetap optimal di seluruh Indonesia.





























